Menyongsong transformasi pendidikan di tahun 2026, MTs Miftahul Ulum Tanjungarum menunjukkan langkah progresif dengan menggelar Workshop Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk "Penyusunan Rencana Pembelajaran Deep Learning dengan Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dan KMA 1503 Tahun 2025 Berbasis AI". Kegiatan yang berlangsung khidmat ini melibatkan kolaborasi strategis dengan MTs Raden Fatah guna menyamakan persepsi dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.

Kegiatan ini menghadirkan pakar pendidikan, Dra. Nurhayati, sebagai pembimbing utama. Beliau memberikan pemaparan komprehensif mengenai bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi asisten cerdas bagi guru dalam menyusun administrasi kelas yang berkualitas tanpa menghilangkan sisi humanis pendidikan.

Bedah Teknis Perangkat Ajar Dalam sesi bimbingannya, Dra. Nurhayati memandu para guru secara mendetail melalui tiga tahapan krusial:

1.Analisis Capaian Pembelajaran (CP): Memahami standar kompetensi yang harus dicapai siswa sesuai fase perkembangan.

2.Perumusan Tujuan Pembelajaran (TP): Menurunkan CP menjadi target-target belajar yang lebih spesifik, terukur, dan bermakna.

3.Penyusunan Rencana Pembelajaran: Menyusun skenario kelas yang mengintegrasikan metode Deep Learning (belajar mendalam) dengan bantuan alat berbasis AI agar proses belajar lebih efisien dan relevan dengan zaman.

Kurikulum Berbasis Cinta dan Karakter Meskipun teknologi AI menjadi sorotan utama, Dra. Nurhayati menekankan bahwa ruh dari pembelajaran ini tetaplah Kurikulum Berbasis Cinta. "Teknologi adalah alat, namun cinta dan ketulusan guru adalah penggerak utama. Dengan AI, guru memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan pendekatan personal kepada siswa, sesuai amanat KMA 1503 Tahun 2025," ungkap beliau.